Transaksi Emas di Kawasan Pegadaian Ambon Sepi

Percetakan Zulvis Printing

Maluku Bisnis – Ambon. Transaksi emas yang dilakukan para pedagang di kawasan kantor Pegadaian Ambon dan sejumlah toko perhiasan di ibu kota provinsi Maluku masih sepi.

“Belum ada kegiatan jual beli. Masih sepi seperti hari-hari biasa. Kalau pun ada hanya yang datang untuk meminta dicuci atau solder yang rusak-rusak saja,” kata pedagang emas pinggiran yang berlokasi di emperan pertokoan Matahari Ambon plaza, Said, Rabu.

Sejak naiknya harga emas hingga mencapai Rp590.000/gram sejak awal November 2016, jarang masyarakat membeli. Bahkan hanya melihat sebentar lemari selanjutnya berlalu.

“kalau dihitung-hitung sudah 10 hari belakangan ini baru berhasil menjual emas cincin delapan gram setelah itu tidak lagi. Yang ada hanya aktivitas cuci dan solder emas rusak.

Dia mengaku para pedagang belakangan ini hanya dapat rejeki dari memperbaiki perhiasan emas yang rusak. Kebetulan disamping membeli emas juga melakukan cucian dan solder.

“Emas yang rusak atau yang patah diperbaiki dengan cara disolder, harganya Rp20.000/titik. Lumayan juga kalau perhiasan emas seperti kalung yang disolder dua titik sudah dapat Rp40.000,” kata Said.

Menurutnya, sepinya transaksi emas ini kemungkinan dipengaruhi oleh naiknya harga logam mulia itu yang sekarang ini mencapai Rp590.000/gram sebagaimana ditawarkan para pengusaha di toko-toko emas perhiasan.

Sedangkan, transaksi di pinggir jalan harganya tidak sama dengan yang di toko perhiasan sebab barang bekas.

Ditanya soal harga emas, dia menjelaskan, kalau masyarakat menjual bentuknya utuh pedagang membeli dengan harga Rp480.000/ gram, selanjutnya dicuci dan dijual dengan harga Rp500.000/gram.

“Kalau emas yang sudah rusak seperti gelang, cincin dan kalung dilihat tingkat kerusakannya. Sekiranya hanya putus satu titik dibeli dengan harga Rp470.000/gram,” ujar Said. [mb/antara]

Percetakan Zulvis Printing
1221 Total Pembaca 3 Yang Baca Hari Ini
Bagikan Info Ini :Share on Facebook
Facebook
2Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin