Maluku Butuh Kapal Pengangkut Ternak Tol Laut

Percetakan Zulvis Printing

Maluku Bisnis – Ambon. Program pemerintah terkait pengoperasian ka­pal pengangkut ternak sangat dibutuhkan oleh Maluku sebagai sarana angkutan dalam pe­nanganan masalah peternakan.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Bidang Peter­na­kan Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Rasid Ode Arwa menjelaskan, dengan kondisi wilayah Maluku berupa kepulauan, kapal pengangkut ter­nak sangat bermanfaat bagi peternak di Ka­bupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Sekarang ini kadang ternak dibawa lari setelah dibawa dari kampung peternak. Petani rugi. Makanya kita sangat berharap ada kapal (pe­­ngangkut ternak),” ujar Rasid di Ambon, pekan kemarin.

Kapal pengangkut ternak baru dioperasikan pemerintah pusat untuk mengangkut ternak dari Provinsi Nusa Tenggara Timur menuju Pulau Jawa. “Jika itu juga dioperasikan di Maluku, maka proses sejak awal pengiriman antar pulau hingg tempat tujuan bisa terawat dengan baik dan pengecekan populasi ternak oleh Dinas Pertanian akan berjalan lancar,” kata dia.

Alasannya, selama ini komoditas unggulan peternakan jika ingin dibawa keluar maupun disuplai ke Maluku menggunakan kapal biasa cukup memakan waktu lama, sehingga berdampak pada kualitas komoditas tersebut dan harga serta nilai tukar peternak.

“Kalau kita mau jual atau bawa ternak dari provinsi lain menggunakan kapal lain, cukup berat. Bisa 5-6 hari proses pengiriman dan itu dampaknya ternak bisa lemas. Selama ini kita gagal karena begitu. Penggunaan besar, harga naik. Meskipun dibuka keran impor, sama saja hasilnya. Masalahnya, sapi itu bukan pemerintah punya, tapi rakyat punya. Dia mau jual kecuali karena kebutuhannya,” ujar Rasid.

Terkait kapal ternak tersebut, sambungnya, sam­pai saat ini masih belum beroperasi di Maluku. Masih beroperasi di wilayah NTT, itupun hanya sekali. “Setahu saya, baru satu kali dari NTT.

Kalau ke Maluku belum ada. Sempat juga terjadi kendala soal biaya operasional yang cukup mahal, sehingga para peternak yang membawa ternak dari pedalaman untuk dikirim, sampai di pelabuhan tidak bisa diangkut. Tapi informasinya, diupayakan kerjasama antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertanian agar dapat memasukan pihak swasta menangani operasional kapal ternak,” tandasnya. [kt/mb]

UMC Kid'z Center
774 Total Pembaca 6 Yang Baca Hari Ini
Bagikan Info Ini :Share on Facebook
Facebook
1Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin