BEI Targetkan Kantor Perwakilan di Seluruh Indonesia

Percetakan Zulvis Printing

Maluku Bisnis – Ambon. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan penambahan jaringan lewat program pembukaan kantor perwakilan di seluruh provinsi, termasuk yang telah dilakukan di Ambon, ibu kota Maluku.

“Selama ini yang mendominasi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia adalah pihak asing, sekitar 60 persen dari saham yang ada di bursa. Jadi sayang sekali, kita tidak menjadi tuan di negara sendiri,” kata Director Surveilance and Compliance BEI, Hamdi Hassyarbaini di Ambon, Rabu.

Menurut dia, penduduk Indonesia saat ini mencapai lebih dari 250 juta jiwa, namun pasar modalnya masih terbatas dan hanya diikuti sekitar 5.000-an orang.

Padahal BEI merupakan salah satu yang terbaik di dunia, karena memberikan ritel tertinggi. Kendati tahun ini turun menjadi peringkat kedua setelah Thailand, posisinya masih salah satu yang terbaik di dunia.

“Karena itu, BEI telah membuat program kerja untuk menambah jaringan perwakilan. Targetnya, setiap provinsi akan ada, dan BEI juga selalu membangun kerja sama galeri investasi dengan universitas,” kata Hamdi.

Fungsi kantor perwakilan dan galeri investasi adalah memberikan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat mengenai pasar modal dan bursa efek sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam investasi di pasar modal Indonesia.

Bila berjalan dengan baik sesuai harapan, dominasi asing yang saat ini masih ada paling tidak lebih berimbang dengan peran serta masyarakat Indonesia.

“Kami tidak bosan membuka kantor perwakilan baru, salah satunya adalah Kota Ambon yang letaknya di wilayah timur Indonesia agar partasipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan pasar modal makin meningkat,” katanya.

Kepala Perwakilan BEI Cabang Ambon, Roberto Dachi mengatakan, saat ini terdapat 114 perusahaan di bursa efek dan baru satu yang membuka cabangnya di Maluku yakni Philip Securitas Indonesia.

Kemudian ada 14 perusahaan lainnya yang akan go publik menjual sahamnya kepada masyarakat, dan terdapat 45 perusahaan yang sahamnya paling liquid antara lain Indofood, Sampoerna, Antam, dan Matahari Departemen Store.

Alberto juga menjelaskan bagaimana cara masyarakat bisa membeli saham yang benar, di antaranya harus memilih perusahaan sekuritas yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi anggota bursa dan membuka rekening efek serta melakukan deposit awal.

Masyarakat juga diingatkan untuk melakukan konsultasi lewat broker di perusahaan sekuritas sebelum memilih perusahaan apa yang akan dibeli sahamnya. [ant/mb]

765 Total Pembaca 3 Yang Baca Hari Ini
Bagikan Info Ini :Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ichal Shop Ambon